Rabu, 18 November 2015

7 TANDA KEBAHAGIAAAN MENURUT IBN ABBAS

1.      Qalb Syakir (hatinya yang selalu bersyukur)
Hati yang selalu bersyukur akan senantiasa merasa cukup terhadap apapun yang diberikan Allah Swt kepadanya, memanfa’atkan segala sesuatu untuk kebaikan. Tidak ada keinginan besar melebihi genggaman tangan . Pula tidak menggerutu jika yang diterima lebih kecil daripada telapak tangan. Seseorang yang pandai bersyukur ia selalu cerdas memahami kasih sayang Allah. Apapun yang diberikan-Nya selalu bernilai dan membuatnya dekat dengan-Nya.


2.      Al-Azwaj Al-Shalihah (pasangan hidup yang shaleh)
Memiliki istri/suami yang shaleh/shaleha adalah dambaan setiap orang, indah rasanya jika mempunyai pasangan hidup yang demikian, keadaan rumah terasa teduh dan menentramkan. Di akhirat kelak, seorang suami sebagai imam dari keluarganya akan diminta pertanggungjawaban atas perannya membimbing istri dan anaknya. Berbahagialah menjadi istri dari suami saleh yang selalu mengajak berbuat kebaikan, dan berbahagialah menjadi suami dari istri yang tulus mendampingi.

3.      Al-Aulad Al-Abrar (anak-anak yang shaleh)
Anak yang selalu mendo’akan kedua orang tuanya. Sungguh sangat mulia sekali anak yang selalu mendo’akan kebaikan kepada orang tuanya, membantunya ketika ia sedang kesusahan dan merawatnya ketika ia sedang sakit. Tapi ketahuilah, cinta orang tua kepadamu tidak akan ditandingi oleh kebaikanmu kepadanya.

4.      Al-Bi’ah Al-Shalihah (lingkungan yang baik dan kondusif)
Lingkungan yang baik dan kondusif untuk keimanan kita yang dimaksud adalah lingkungan yang senantiasa mendorong kita untuk berbuat kebaikan. Alangkah bahagianya jika mempunyai kerabat karib yang senantiasa mengajak kepada kebaikan, mengingatkan ketika berbuat salah. Itulah lingkungan yang Shaleh.

5.      Al-Mal Al-Halal (harta yang halal)
Dalam Islam, yang terpenting adalah kualitas harta, bukan kuantitas harta. Ini bukan berarti Islam tidak menganggap penting kuantitas harta. Namun, pada saat harta kita dapatkan dengan cara yang haram, maka setiap makanan yang kita makan, pakaian yang kita pakai, dan semua harta yang kita gunakan itu semua tidak ada keberkahannya sama sekali, karena didapatkan dari harta yang haram. Maka untuk itu, agar hidup ini penuh keberkahan, ketenangan, dan kesenangan dalam menjalani kehidupan, dapatkanlah harta dengan cara yang halal.

6.      Tafaqquh Fi Al-Din (semangat mempelajari agama)
Dalam memahami ilmu Agama, kita harus mengkaji, memahami, dan mengamalkannya. Hanya dengan ilmu Agama hidup manusia akan terarah. Hanya dengan ilmu, amal manusia akan bernilai pahala, Allah menjanjikan kebaikan bagi umatnya yang menuntut ilmu. Semakin ia belajar semakin ia mencintai agamanya, semakin ia mencintai agama Allah, maka ia semakin mencinta Allah Swt dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan menentramkan hatinya. Berbahagialah bagi orang yang berilmu dan bersemangat untuk mencarinya.

7.      Umur yang Berkah (semakin tua semakin mulya)
Tak ada waktu yang terbuang sia-sia, setiap hembusan nafasnya ia pergunakan untuk mengisi amal baiknya. Bila hidup hanya dipergunakan untuk lahiriah semata, hari tua akan diisi dengan kekecewaan. Sebaliknya, apabila semasa hidupnya dipergunakan untuk mempersiapkan bekal bertemu Allah Swt maka semakin tua seseorang akan semakin bahagia, bersikap optimis dan pantang menyerah. Kebaikan dan karyanya melampaui usianya, subhanallah.


Terimakasih, Semoga Bermanfa’at J !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setelah membaca, silahakan tinggalkan komentar :)