1. Qalb Syakir (hatinya yang selalu bersyukur)
Hati yang selalu bersyukur akan senantiasa
merasa cukup terhadap apapun yang diberikan Allah Swt kepadanya, memanfa’atkan
segala sesuatu untuk kebaikan. Tidak ada keinginan besar melebihi genggaman
tangan . Pula tidak menggerutu jika yang diterima lebih kecil daripada telapak
tangan. Seseorang yang pandai bersyukur ia selalu cerdas memahami kasih sayang
Allah. Apapun yang diberikan-Nya selalu bernilai dan membuatnya dekat
dengan-Nya.
2. Al-Azwaj Al-Shalihah (pasangan hidup yang shaleh)
Memiliki istri/suami yang shaleh/shaleha adalah dambaan setiap
orang, indah rasanya jika mempunyai pasangan hidup yang demikian, keadaan rumah
terasa teduh dan menentramkan. Di akhirat kelak, seorang suami sebagai imam
dari keluarganya akan diminta pertanggungjawaban atas perannya membimbing istri
dan anaknya. Berbahagialah menjadi istri dari suami saleh yang selalu mengajak
berbuat kebaikan, dan berbahagialah menjadi suami dari istri yang tulus
mendampingi.
3. Al-Aulad Al-Abrar (anak-anak yang shaleh)
Anak yang selalu mendo’akan kedua orang tuanya.
Sungguh sangat mulia sekali anak yang selalu mendo’akan kebaikan kepada orang
tuanya, membantunya ketika ia sedang kesusahan dan merawatnya ketika ia sedang
sakit. Tapi ketahuilah, cinta orang tua kepadamu tidak akan ditandingi oleh
kebaikanmu kepadanya.
4. Al-Bi’ah Al-Shalihah (lingkungan yang baik dan kondusif)
Lingkungan yang baik dan kondusif untuk
keimanan kita yang dimaksud adalah lingkungan yang senantiasa mendorong kita
untuk berbuat kebaikan. Alangkah bahagianya jika mempunyai kerabat karib yang
senantiasa mengajak kepada kebaikan, mengingatkan ketika berbuat salah. Itulah
lingkungan yang Shaleh.
5. Al-Mal Al-Halal (harta yang halal)
Dalam Islam, yang terpenting adalah kualitas
harta, bukan kuantitas harta. Ini bukan berarti Islam tidak menganggap penting
kuantitas harta. Namun, pada saat harta kita dapatkan dengan cara yang haram,
maka setiap makanan yang kita makan, pakaian yang kita pakai, dan semua harta
yang kita gunakan itu semua tidak ada keberkahannya sama sekali, karena
didapatkan dari harta yang haram. Maka untuk itu, agar hidup ini penuh
keberkahan, ketenangan, dan kesenangan dalam menjalani kehidupan, dapatkanlah
harta dengan cara yang halal.
6. Tafaqquh Fi Al-Din (semangat mempelajari agama)
Dalam memahami ilmu Agama, kita harus
mengkaji, memahami, dan mengamalkannya. Hanya dengan ilmu Agama hidup manusia
akan terarah. Hanya dengan ilmu, amal manusia akan bernilai pahala, Allah
menjanjikan kebaikan bagi umatnya yang menuntut ilmu. Semakin ia belajar
semakin ia mencintai agamanya, semakin ia mencintai agama Allah, maka ia
semakin mencinta Allah Swt dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan menentramkan
hatinya. Berbahagialah bagi orang yang berilmu dan bersemangat untuk mencarinya.
7. Umur yang Berkah (semakin tua semakin mulya)
Tak ada waktu yang terbuang sia-sia, setiap
hembusan nafasnya ia pergunakan untuk mengisi amal baiknya. Bila hidup hanya
dipergunakan untuk lahiriah semata, hari tua akan diisi dengan kekecewaan.
Sebaliknya, apabila semasa hidupnya dipergunakan untuk mempersiapkan bekal
bertemu Allah Swt maka semakin tua seseorang akan semakin bahagia, bersikap
optimis dan pantang menyerah. Kebaikan dan karyanya melampaui usianya, subhanallah.
Terimakasih, Semoga Bermanfa’at J !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Setelah membaca, silahakan tinggalkan komentar :)