Minggu, 15 November 2015

Antara Hati Tenang dan Gelisah

Hati yang tenang akan merasa cukup dengan apa yang ada, karena ia selalu berkhusnudzan (berbaik sangka) terhadap dirinya, orang lain bahkan pemilik dirinya, yaitu Allah Swt. Sedangkan hati yang gelisah akan merasa kurang dengan apa yang ada, karena ia selalu merasa tidak cukup puas dengan keadaan yang dimilikinya, ia selalu bersu'udzan (berburuk sangka) terhadap dirinya, orang lain dan terhadap penciptanya, Allah Swt.

Salahsatu hal yang membuat hati gelisah adalah karena terlalu seringnya melakukan dosa-dosa kecil, seperti melihat aurat perempuan, saling ejek antar temen atau bahkan berkata kasar yang menyakiti, sehingga tak terasa bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan dosa, bagaikan air yang sudah keruh dimasukkan paku, maka akan terlihat samar-samar atau bahkan tak terlihat sekalipun, itulah gambaran dari hati kita, karena terbiasa melakukan dosa-dosa kecil yang tak terasa. 
Berbeda halnya dengan hati yang selalu bersih dan mulutnya dipenuhi dengan dzikir (mengingat) Allah Swt, setiap harinya ia tidak pernah berhenti melakukan kebaikan, selalu berkata baik, menolong terhadap sesama, dan menjaga mata, telinga, dan lisannya dari setiap hal yang dapat membuatnya terjerumus dalam perbuatan dosa, bagaikan air bening yang diisi paku maka akan terlihat, ketika ia melakukan dosa maka ia akan segera bertobat karena hatinya bersih dan terjaga dari perbuatan maksiat. Semoga kita senantiasa bersyukur dan terhindar dari perbuatan-perbuatan dosa, aamiin yarabbal'alamin.

Terimakasih, Semoga bermanfa'at :) !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setelah membaca, silahakan tinggalkan komentar :)