Hati yang tenang akan merasa cukup
dengan apa yang ada, karena ia selalu berkhusnudzan (berbaik sangka) terhadap
dirinya, orang lain bahkan pemilik dirinya, yaitu Allah Swt. Sedangkan hati
yang gelisah akan merasa kurang dengan apa yang ada, karena ia selalu merasa
tidak cukup puas dengan keadaan yang dimilikinya, ia selalu bersu'udzan
(berburuk sangka) terhadap dirinya, orang lain dan terhadap penciptanya, Allah
Swt.
Salahsatu hal yang membuat hati
gelisah adalah karena terlalu seringnya melakukan dosa-dosa kecil, seperti
melihat aurat perempuan, saling ejek antar temen atau bahkan berkata kasar yang
menyakiti, sehingga tak terasa bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan
dosa, bagaikan air yang sudah keruh dimasukkan paku, maka akan terlihat
samar-samar atau bahkan tak terlihat sekalipun, itulah gambaran dari hati kita,
karena terbiasa melakukan dosa-dosa kecil yang tak terasa.
Berbeda halnya dengan hati yang
selalu bersih dan mulutnya dipenuhi dengan dzikir (mengingat) Allah Swt, setiap
harinya ia tidak pernah berhenti melakukan kebaikan, selalu berkata baik,
menolong terhadap sesama, dan menjaga mata, telinga, dan lisannya dari setiap
hal yang dapat membuatnya terjerumus dalam perbuatan dosa, bagaikan air bening
yang diisi paku maka akan terlihat, ketika ia melakukan dosa maka ia akan
segera bertobat karena hatinya bersih dan terjaga dari perbuatan maksiat.
Semoga kita senantiasa bersyukur dan terhindar dari perbuatan-perbuatan dosa,
aamiin yarabbal'alamin.
Terimakasih, Semoga bermanfa'at :) !
Terimakasih, Semoga bermanfa'at :) !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Setelah membaca, silahakan tinggalkan komentar :)